KEBERADAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

KEBERADAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH, Nuril Anwar, S.Pd.

Perpustakaan memiliki posisi yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan di sekolah. Bahkan dianggap sebagai jantung pendidikan di sekolah. Namun dalam kenyataannya belum mendapat perhatian serius dunia pendidikan. Bahkan di beberapa sekolah, perpustakaan sekolah masih diposisikan sebagai pelengkap penderita dan kurang terurus secara baik. Kondisi ini menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat informasi dan media pembelajaran kurang dapat berfungsi secara optimal.

Sebagai unit kerja yang menghimpun, mengolah, dan menyajikan kekayaan intelektual (Lasa Hs, 2007), maka seharusnya perpustakaan sekolah bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,  memberikan kemungkinan para guru dan siswa memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui perpustakaan sekolah, selain para siswa dapat melakukan kegiatan belajar mandiri atau belajar kelompok, para guru juga dapat memperkaya materi-materi yang disajikan dalam proses belajar-mengajar.

Untuk dapat berfungsi optimal sebagaimana digambarkan di atas, maka perpustakaan sekolah harus dikelola secara professional dan, tentu saja, dilakukan oleh personil-personil yang terdidik di bidang perpustakaan. Dalam hal ini, kepala sekolah sebagai administrator pendidikan memegang peranan penting.

Secara etimologi, perpustakaan berasal dari pustaka dalam bahasa Jawa Kawi yang berarti buku, naskah, karya tulis. Perpustakaan berarti dibukukan, ditulis. Pustaka mendapat awalan per dan akhiran an, juga berarti tempat, atau kumpulan. Perpustakaan dalam bahasa Inggris adalah Library, yang berasal dari liber atau libri (Latin) yang berarti kulit dari batang pohon di bawah kulit luar, atau kitab, risalah. Veterum libri adalah kitab-kitab klasik.

Dalam bahasa Prancis perpustakaan disebut bibliotheque. Dalam bahasa Jerman dinamakan bibliothek, dan dalam bahasa Belanda disebut bibliotheek. Perkataan-perkataan tersebut berasal dari kata biblios (Yunani) yang berarti papyrus (rumput yang ditumbuk dan dikeringkan untuk ditulisi), kenudian berubah menjadi biblion yang artinya tempat. Jadi bibliotheke berarti tempat atau kumpulan buku.

Dalam pengertian yang sederhana, perpustakaan diartikan sebagai kumpulan buku, atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu untuk kepentingan pemakai (Lasa Hs, 2007). Hal yang sama juga dijelaskan dalam Encyclopedia Britania (dalam Kusmintardjo, 1992) bahwa “Library is a collection of printed or written literature”. Perpustakaan adalah koleksi buku-buku, baik yang dicetak ataupun dalam bentuk tulisan.

Dalam Encyclopedia Americana, dijelaskan bahwa: A library: collection of books, called by various names in various languages”. Perpustakaan adalah kumpulan buku-buku yang terdiri dari bemacam-macam nama dan ditulis dalam bermacam-macam bahasa. Elizabeth H. Thomson dalam bukunya “ALA Glossary of Library Terms (dalam Kusmintardjo, 1992) mengatakan bahwa:

Library, a room, a group of rooms or a building, in which a collection of books and similar material organized and administrated for reading, consultation and study

Perpustakaan adalah suatu ruangan atau gedung tempat menyimpan koleksi buku-buku dan sejenisnya, yang terorganisir dan diadministrasi sebagai bahan bacaan, memperoleh informasi dan belajar).

Sedangkan Moeksam (1989) dalam bukunya “Ilmu Perpustakaan” mengatakan sebagai berikut:

Perpustakaan adalah tempat pengumpulan pustaka atau kumpulan pustaka yang disusun dan daitur dengan system tertentu, sebagai tiap-tiap buku, tiap-tiap warkat, dan tiap-tiap tulisan, sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat diketemukan dengan mudah dan cepat”

Dengan demikian, bukan sembarang kumpulan buku dapat kita sebut perpustakaan, dan bukan sembarang tempat pengumpulan buku kita sebut perpustakaan. Namun kumpulan buku dan bahan pustaka lainnya itu harus diatur dan disusun berdasarkan ketentuan-ketentuan yang mempunyai tujuan tertentu. Bahan pustaka dapat berupa buku, naskah, gambar, foto, slide, film, rental, dan sebagainya.

Peter Platt dalam “Librarien Colleges of Education” mengatakan bahwa fungsi perpustakaan adalah: (1)  Menyediakan buku-buku, majalah dan bahan-bahan lain yang dipelukan oleh para siswa/mahasiswa untuk kegiatan belajarnya;  (2) Menyediakan bahan-bahan penunjang dalam pengajaran dan penelitian oleh staf pengajar untuk mata pelajaran yang diajarkannya;  (3) Memenuhi keperluan yang lebih khusus yang disebabkan oleh kekhususan suatu perguruan tinggi, bahan-bahan yang akan diperlukan oleh mahasiswa dalam praktik keguruan, penelitian, kebidayaan daerah dan perkembangan pendidikan daerah dimana perguruan tinggi itu berada, serta buk-buku yang diperlukan oleh anak-anak, dan seyogyanya perpustakaan juga menyediakan buku-buku petunjuk dimana bahan-bahan ini bisa didapat;  (4) Menyediakan bahan-bahan bacaan seperti buku dan majalah tidak saja dipakai di dalam kelas atau textbook, tetapi juga bahan-bahan lain yang lebih luas sifatnya serta bahan-bahan untuk mengembagkan hoby dan bahan-bahan hiburan; (5) Membantu mahasiswa berkenalan dengan literatur anak-anak, alat-alat pandang dengar (AVA), serta memberikan pengarahan dalam pengembangan suatu perpustakaan sekolah;  (6) Membantu mahasiswa untuk keperluannya sehari-hari akan informasi tentang daerah, statistik dan alamat-alamat, serta tempat bahan-bahan yang akan mereka perlukan dalam praktik yang tersedia di perpustakaan-perpustakaan lain di daerahnya; (7) Bertindak sebagai penghubung dengan perpustakaan lain; (8) Menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih menggunakan buku-buku dan perpustakaan sebagai modal pertama bagi mereka yang akan melaksanakan tugas disekolah-sekolah nanti; (9) membuat buku pedoman perpustakaan, daftar-daftar penambahan buku, daftar bacaan untuk matakuliah tertentu da mengadakan pameran koleksi perpustakaan baik di dalam kampus maupun di luar kampus supaya khalayak mengetahui bahan-bahan yang tersedia di pepustakaan yang dapat di pergunakan dalam belajar-mengajar.

Dengan demikian fungsi perpustakaan tidak hanya menunjang kegiatan belajar-mengajar di sekolah., namun masih ada fungsi lain dari perpustakaan yaitu fungsi rekreatif. Zainudin HRL (1982) mengatakan bahwa manfaat perpustakaan bagi siswa/pengunjung dapat dikelompokan ke dalam 4 (empat) aspek utama, yaitu: (1) aspek komunikasi/informasi, (2) aspek pendidikan, (3) aspek kebudayaan, dan (4) aspek rekreasi. Berikut uraian tentang aspek-aspek tersebut.

Dalam aspek komunikasi/informasi siswa dapat mengambil ide-ide dari berbagai sumber, bidang ilmu yang ditulis oleh para ahli dibidangnya masing-masing, dan bahan-bahan tersebut tersedia /tersimpan secara sistematis di perpustakaan; menimbulkan kepercayaan pada diri sendiri dalam menyerap informasi yang tersedia dan dapat memberikan pertimbangan/memilih informasi atau ide-ide yang mana saja yang patut dimanfaatkan; mahasiswa mendapat kesempatn me4makai informasi yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu seperti pengetahuan tentang perubahan- perubahan datang ekonomi, politik, kondisi kehidupan masyarakat dan lain sebagainya; melalui informasi/ide yang diperolehnya, mahasiswa dapat memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan masyarakat dimana ia berada.

Dalam aspek Pendidikan siswa akan mendapatkan kesempatan untuk mendidik diri sendiri berkesinambungan seumur hidup; siswa dapat membangkitkan dan mengembangkan minat akademis secara luas, memperringgi kreativitas, dan kegiatan intelektual yang bebas; mendorong kecepatan untuk memecahkan masalah yang timbul dan memberikan kemampuan untuk memegang suatu jabatan; mempertinggi sikap social dan menciptakan masyarakat yang demokratis.

Dalam aspek Kebudayaan perpustakaan dapat meningkatkan mutu kehidupan, melaui bahan bacaan yang dibaca di perpustakaan; meningkatkan minat terhadap keindahan dan kesenian;  mendorong  tumbuhnya kreativitas seni dan kemerdekaan berbudaya; mengembangkan sifat-sifat hubungan manusia yang positif dan menunjang kehidupan antar kultur yang harmonis diantara suku bangsa dan antar bangsa.

Dalam aspek Rekreasi  perpustakaan mampu menggalakan kehidupan yang seimbang antara rokhani dan jaminan; memberikan kesempatan untuk mengembangkan minat rekreasi/hoby serta pemanfaatan waktu senggang; menunjang penggunaan yang kreatif dari kegiatan hiburan yang positif, melalui bacaan yang tersedia di perpustakaan.

 

One thought on “KEBERADAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

  1. Pingback: KEBERADAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH | sumberbelajarsmkn10

Comments are closed.