GURU PROFESIONAL DARI SEGI BAHASA, TERMOLOGI, MAUPUN UNDANG-UNDANG

Profesional mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang mempunyai profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang yang menunjukkan keahlian /unjuk kinerja  sesuai dengan profesinya.

Pengakuan secara formal diberikan suatu lembaga atau badan yang mempunyai kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah dan atau organisasi profesi. Sedangkan secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa suatu profesi.. misalnya Guru professional adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal berdasarkan ketentuan yang berlaku Baik dalam kaitan dengan jabatan ataupun latar belakang pendidikan formalnya.

Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dsb. Baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi.

Profesionalisme adalah sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi  untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya . Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas proesional melalui berbagai cara dan strategi.

Kata “professional “artinya bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian Khusus untuk menjalankannya, professional, mutu kualitas, dan tindak-tanduk yang merupakan ciri suatu profesi orang professional(kamus Besar Bahasa Indonesia)

Dengan demikian, sebutan professional didasarkan pengakuan formal  terhadap kualifikasiSebutan guru professional juga dapat mengacu kepada pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru. Dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jabatan atau pekerjaan tertentu. Dalam RUU Guru (paal 1 ayat 4) dinyatakan bahwa “Profesional adalah kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan pengabdian diri kepada pihak lain”.

Profesionalisme  adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualita profesionalismenya. Eorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas profesional melalui berbagai cara dan strategi.

Ia selalu akan mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna profesional.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata profesional artinya bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, profesional, mutu kualita dan tindak-tanduk yang merupakan ciri suatu profesi yang profesional.

Profesi pada hakekatnya merupakan suatu pernyataan atau janji terbukauntuk professional, maksudnyamenyatakan bahwa seseorang itu mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau pelayanan karena merasa terpanggil menjabat pekerjaan itu . Mengenai kata profesi ini Everett Hughes menjelaskan bahwa istilah profesi merupakan suatu simbul dari suatu pekerjaan dan selanjutnya menjadi pekerjaan itu itu sendiri(Piet A. Sahertian, 1994:26)

Pengertian Guru Profesional menurut Mohammad Uzer Usman, sebagaimana dikutip oleh Piet A Sahertian adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.(Piet A.Sahertian, 1994:26).

“Profesionalisme” adalah suatu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tuganya.

Dengan demikian , sebutan profesionaliatas lebih menggambarkan suatu keadaan derajat keprofesionan seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan, dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.

Dalam hal ini guru diharapkan memiliki profesionalitas keguruan yang memadai sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara efektif.

Adapun guru profesional ialah guru yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal, mengakui dan sadar akan profesinya, memiliki sikap dan mampu mengembangkan profesinya serta ikut dalam mengkomunikasikan usaha pengembangan profesi dan bekerjasama dengan profesi lain.

“Profesionalisasi” berasal dari bentuk dasar profesional, mendapat sufiks “isasi: yang berarti proses jadi profesionalisasi adalah suatu proses menuju ke perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu kreteria yang sesuai dengan standar yang tel;ah ditetapkan. Dengan profesialisasi, para guru secara bertahap diharapkan akan mencapai derajat kreteria profesional seuai dengan standar yang telah ditetapkan menurut Undang-undang nomor 14 tahun 2005 yaitu berpendidikan akademik minimal S1 atau D-IV dan telah lulus Sertifikasi Pendidikan. Pada dasarnya profesionalisasi merupakan suatu proses erkesinambungan melalui berbagai program pendidikan dalam jabatan(in-service).

Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis.

Dalam Undang-undang nomor 14 2005 Tentang Guru dan Dosen(pasal 1) dinyatakan bahwa: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didi pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”

Guru profesional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Keahlian yang dimiliki oleh guru profesional adalah keahlian yang diperoleh melalui suatu proses pendidikan dan pelatian yang diprogramkan secara khusus untuk itu.

Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi, akreditasi, dan lisensi dari pihak yang berwenang(dalam hal ini pemerintah dan organisasi profesi). Dengan keahliannya itu seorang guru mampu

menunjukkan otonominya, baik secara pribadi maupun sebagai pemangku profeinya.

Di samping dengan keahliannya, sosok profesional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peerta didik, orang tua, masyarakat, bangsa. Negara, dan agamanya.

Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, sosial, intelektual, moral, dan spiritual. Dan Tanggung jawab pribadi menjadi sosok yang mampu mandiri yang mampu memahami dirinya.

Tanggung jawab sosial diwujudkan melalui komptensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaksi secara efektif.

Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan berbagai perangkat pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya.

Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dan moral.

Ciri profesi selanjutnya adalahkesejawatan , yaitu rasa kebersamaan antara sesama guru. Kesejawatan ini diwujudkandalam persatuan para guru melalui organisasi, dan perjuangan yaitu, PGRI. Melalui PGRI para guru mewujudkan rasa kebersamaannya dan memperjuangkan martabat diri dan profesinya di atas, pada dasarnya te;lah tersirat dalam kode etik Guru Indonesia sebagai pegangan profesional guru.

Sementara itu, para guru diharapkan akan memiliki jiwa profesionalisme, yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan profesional. Kualitas profesionalisme didukung oleh lima kompetensi sebagai berikut:

  1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang ideal.
  2. Meningkatkan dan memelihara citra profesi
  3. Senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan ketrampilannya.
  4. mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi.

 

Dalam Undang-undang Guru pasal 5 ayat(1) dikatakan bahwa profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional sebagai berikut:

  1. Memiliki bakat, minat, panggilam jiwa dan idealisme.
  2. Memiliki kualifikasi pendidik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya(liniar).
  3. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.
  4. Mematuhi kode etik profesi.
  5. Memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugasnya.
  6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai denganprofesi kerjanya.
  7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan.
  8. Memperoleh perlindunganhukum dalam melaksanakan tuga profesionalnya.
  9. Memiliki organisasi profesi yang berbadab hukum.

(1) .  Kualifikasi Kompetensi Guru: yang men-syaratkan kualifikasi akademik guru minimal S1 atau Diploma-IV, dengan kompoeteni sebagai agenpembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

(2). Hak Guru: yang berupa penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal berupa gaji pokok, tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait tugasnya sebagai guru.(pasal 15 ayat 1)

(3). Kewajiban Guru: untuk mengisi keadaan darurat adanya wajib kerja sebagai guru bagi PNS yang memenuhi persyaratan.

(4).  Pengembangan Profesi Guru: melalui pendidikan guru yang lebih berorientasi pada pengembangan kepribadian dan profesi dalam satu lembaga yang terpadu.

(5).  Perlindungan: Guru mendapat perlindungan hukum dalam berbagai tindakan yang merugikan profesi, kesejahteraan, dan keselamatana kerja.

(6).  Organisasi profesi sebagai wadah independen untuk meningkatkan kompetensi karir wawasan kependidikan, perlindungan prfesi, kesejahteraan, dan atau pengabdian, menetapkan kode etik guru, memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru.

Menurut UUSPN guru harus memiliki empat kompetensi: Pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sedangkan ciri-ciri sederhananya guru profesional itu yang pertama menguasai materi atau ilmu yang akan diajarkan dan yang kedua menguasai metodologi pengajaran.

  1. Selalu mempunyai egergi untuk siwanya

Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuan mendengar dengan seksama.

  1. Mempunyai Tujuan Yang Jelas Untuk Pelajaran

Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

  1. Mempunyai ketrampilan mendisiplinkan yang efektif.

Seorang guru yang baik memiliki ketrampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.

  1. Bisa berkomunikasi baikdengan orang tua

Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, SMS. rapat, email, akun orang tua di kelas online, atau twitter.

  1. Mempunyai harapan tinggi pada siswanya.

seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan memdorong semua siswa di kelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.

  1. Pengetahuan Tentang kurikulum

Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.

  1. Pengetahuan Tentang Subjek Yang Diajar

Hal ini sudah jekas, namun sering diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antosiasme untuk subjek didik yang mereka ajar.Mereka siap untuk bertanya-jawab dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboiratif.

  1. Selalu Memberikan Yang Terbaik untuk Anak-anak dan Proses pembelajaran

Guru selalu bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka bergembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, untuk masa sekarang atau nanti saat sudah beranjak dewasa.

  1. Mempunyai hubungan yang berkualitas dengan siswa

Guru mampu mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat-menghormati dengan siswanya sehingga terbentuk hubungan yang dapat dipercaya.

 

 

Advertisements