BELAJAR BERMAKNA

BELAJAR BERMAKNA

Drs. BAMBANG PRAGOTO, M.Sc

PENGAWAS SEKOLAH

DINAS PENDIDIKAN PROPINSI JAWA TIMUR

KATA KUNCI PAHAM TRANSMISSION

Ò BELAJAR diartikan proses pemindahan pengetahuan dari pikiran guru ke pikiran peserta didik

Ò PENGETAHUAN adalah sesuatu yang terpisah dari tubuh manusia dan kebenarannya MUTLAK

Ò PENGETAHUAN berasal dari GURU, PARA AHLI, BUKU, LABORATORIUM, ALAM, DAN LAIN-LAIN.

Ò KEBERHASILAN BELAJAR diukur dari kesesuaian jawaban siswa terhadap apa yang tertulis di buku atau penjelasan lisan guru/para ahli.

Ò STRATEGI PEMBELAJARAN yang sesuai adalah teacher centred (guru dominan)

Ò METODA mengajar yang sering dilakukan adalah ceramah, kuliah, tanya jawab siswa-guru, demonstrasi guru

Ò HASIL BELAJAR biasanya ditunjukkan dengan kemampuan siswa mengingat fakta, peristiwa, hukum, aturan, dll.,  tetapi biasanya kurang permanen (mudah lupa).

KATA KUNCI TEORI BELAJAR  KONSTRUKTIF

Ò BELAJAR merupakan interaksi harmonis antara PENGALAMAN dengan struktur PIKIRAN (kognitif) siswa.

Ò PENGETAHUAN terbentuk dan berada di dalam pikiran siswa bukan di luar diri siswa

Ò Penggunaan seluruh PANCAINDERA sangat penting untuk memperoleh PENGALAMAN atau pesan sebagai sumber informasi yang mengalir kedalam struktur pikiran untuk diubah menjadi PENGETAHUAN yang diyakini kebenarannya (radikal konstruktif).

Ò Karena struktur pikiran/mental beberapa individu dalam menginterprestasikan suatu informasi tidak pasti sama, maka TEORI KONSTRUKTIF menghargai adanya PERBEDAAN individu 

Ò Pengetahuan itu dikatakan BENAR jika mampu menjelaskan lebih BANYAK KEJADIAN dari pada pengetahuan yang lain.

Ò Teori konstruktif memandang bahwa ilmu pengetahuan TIDAK MUTLAK kebenarannya.

Ò PENGETAHUAN dapat terbentuk oleh KESEPAKATAN (negosiasi) sosial dalam satu komuniti bersama tentang sesuatu yang diyakini kebenarannya (sosial konstruktif)

Ò

PERLU UNTUK GURU

  • STRATEGI MENGAJAR  yang sesuai teori kostruktif   adalah STUDENT CENTERED (siswa aktif), misalnya  pendekatan KECAKAPAN HIDUP (life skill),

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (contextual  teaching and learning), DISCOVERY LEARNING

(belajar menemukan), INQUARY LEARNING,        QUANTUM TEACHING, JOYFULL LEARNING dll.

  • STRATEGI BELAJAR COOPERATIVE  (kerja kelompok)   lebih mementingkan kualitas KERJA TIM dari pada  KOMPETISI individu.
  • Peran GURU bukan sebagai sumber ilmu, tetapi sebagai FASILITATOR, MOTIVATOR, dan DINAMISATOR agar peserta didik senang belajar.
  • Menurut David Ausubel bahwa Siswa DIHARGAI sudah mempunyai PENGETAHUAN AWAL (student prior knowledge). Berdasar pengetahuan itulah guru mulai merancang skenario pembelajaran (RPP).
  • Menciptakan lingkungan belajar (learning environment) yang memotivasi siswa SENANG BELAJAR

UNTUK PESERTA DIDIK

Ò TANGGUNG JAWAB BELAJAR  ada pada siswa bukan guru.

Ò KEBERHASILAN BELAJAR  siswa dapat dipengaruhi oleh: kualitas MENTAL (struktur kognitif), kualitas PENGALAMAN yang dialami, dan kondisi lingkungan belajar di sekitar siswa (learning environment)

Ò Pola berpikir siswa lebih KREATIF, DEMOKRATIS, dan PERCAYA DIRI.

Ò Dalam perkembangannya siswa lebih MUDAH MENERIMA PERUBAHAN MAUPUN KRITIK.

PROSES siswa BELAJAR

  1. 1.    EQUILIBRIUM (SEIMBANG MENTAL)
  2. 2.    DISEQUILIBRIUM (KETIDAK SEIMBANGAN MENTAL)
  3. 3.     NEW EQUILIBRIUM (KESEIMBANGAN MENTAL BARU)

BELAJAR BERMAKNA (meaningfull learning)

Ò Pengalaman dan kesan itu memberikan informasi

    baru yang kuat untuk berasimilasi dengan struktur  

    kognitif siswa, dan berakomodasi untuk menggeser

    konsep yang lama dan membangun konsep yang

    baru.

Ò Menimbulkan pemahaman yang lebih memuaskan

Ò Hasil belajar yang diperoleh biasanya sukar untuk

    dilupakan (permanen)

URUTAN MENGAJAR model TEORI KONTRUKTIF

A.  PENDAHULUAN

1. TAHAP ORIENTASI (MOTIVASI)

* Menunjukkan fenomena alam atau fakta-fakta.

* Menanyakan permasalahan atas dasar fakta.

2. TAHAP ELISITASI (MENGEMUKAKAN IDE)

* Kerjasama kelompok atau perorangan untuk

memprediksi jawaban.

* Diungkapkan secara lisan atau tulis (untuk

menemukan pengetahuan awal siswa).

B.  KEGIATAN INTI/ISI

3. TAHAP RESTRUKTUR (MEMBANGUN KEMBALI)

*   Menanyakan alasan mengapa siswa menjawab seperti itu (mungkin  salah mungkin benar). Untuk menemukan student misconception

*   Guru menunjukkan peristiwa nyata yang berlawanan atau mendukung jawaban siswa sehingga tumbuh konflik dalam batin siswa   (disequilibrium).

*   Siswa melakukan aktivitas belajar.  Misal, membaca, observasi,  mencoba, melatih, berkomunikasi, mengadakan penelitian, diskusi, problem solving, bermain peran, mengoperasionalkan alat/bahan,

praktikum, debat, dll.

*   Siswa atau sekelompok siswa menarik kesimpulan dari hasil aktivitas   belajarnya.

*  Guru memberikan intervensi yang bersifat penguatan (reinforcement).

. TAHAP APLIKASI

*  Guru mempersiapkan permasalahan atau pertanyaan/soal.

      *  Siswa mencari solusi dari permasalahan tersebut.

      *  Jika berhasil akan meningkatkan rasa percaya diri, jika gagal perlu

                    ditinjau kembali.

C.  PENUTUP PEMBELAJARAN

5. TAHAP PENINJAUAN KEMBALI (REVIEW)

*   Siswa diminta membandingkan pengetahuan awalnya dengan  pengetahuan baru diakhir pelajaran.

      *   Guru memberikan penguatan (reinforcement) misal menarik   kesimpulan

      *  Guru dapat memberi tugas rumah untuk pengayaan (enrichment)   dalam bentuk tugas berstruktur atau tugas mandiri tak berstruktur.

Format RPP

Rencana Pelaksanaan Pembela

Mata Pelajaran                                : Fisika

Kelas/Semester                                : XI/gasal

Pertemuan Ke-                                 :  3

Alokasi Waktu                                  : 45 menit

Standar Kompetensi         : 2. Menerapkan konsep dan prinsip mekanika  klasik sistem kontinu dalam penyelesaian  masalah

Kompetensi Dasar            :  2.2. Menganalisis hukum-hukum yang

berhubungan dengan fluida statik dan  dinamik serta penerapannya dalam  kehidupan sehari-hari.

Indikator                             :  2.2.1 Ditunjukan sifat udara terhadap kertas  siswa mampu menemukan hukum kontinuitas fluida

I. Tujuan                         :  Menerapkan peralatan yang fungsi kerjanya   menggunaka hukum bernoulli

II. Materi ajar                    :  P1 v1 = P2 v2

III. Metode Pembelajaran : Demonstrasi guru dan eksperimen siswa  pendahuluan Prerequsite (prasyarat pengetahuan) Motivasi (menunjukkan fakta) Orientation phase (tahap penyesuaian) Elicitation phase (tahap mengemukakan ide awal)


 

IV. Langkah-langkah pembelajaran:

POKOK KEGIATAN URAIAN KEGIATAN WAKTU
A. PENDAHULUAN GURU BERTANYA: “SIAPA DAPAT MENJELASKAN MENGAPA PESAWAT TERBANG DAPAT MENGUDARA?”SISWA MENJAWAB BRAINSTORMING.

GURU MELEPASKAN KERTAS DARI KETINGGIAN TERTENTU, DAN SISWA MEMPERHATIKAN POLA GERAKAN KERTAS KETIKA JATUH.

GURU BERTANYA: “MENGAPA POSISI KERTAS KETIKA JATUH SEBAGIAN  SISI  ADA YANG DI ATAS DAN SEBAGIAN LAIN ADA YANG DI BAWAH?”

10 MNT
SISWA SECARA KELOMPOK DIBERI KESEMPATAN UNTUK MENGEMUKAKAN IDENYA.GURU MENGGIRING SISWA AGAR MENGKAITKAN DENGAN TEKANAN (P) DAN KECEPATAN (v)
B. INTI/ISI SISWA DIMINTA MENIUP RUANG ANTARA DUA KERTAS YANG DIGANTUNG SEJAJAR. “KEMANA  ARAH GERAKAN KERTAS? MENGAPA?SISWA DIBERI KESEMPATAN BERDISKUSI DALAM KELOMPOK 25 MNT
SISWA MENJELASKAN SECARA TERTULIS MAUPUN LISAN TENTANG HASIL DISKUSIGURU MENGINTERVENSI UNTUK MENENTUKAN JAWABAN YANG PALING TEPAT YAITU  P ~ 1/ v
SETIAP SISWA DIBERI KESEMPATAN UNTUK MENCOBA SENDIRI SAMPAI YAKIN.BAGAIMANA CARANYA AGAR PESAWAT TERBANG KERTAS INI DAPAT NAIK, TURUN, BELOK  KE KANAN, DAN KIRI? JELASKAN?
C. PENUTUP GURU MENARIK KESIMPULAN:JIKA TEKANAN UDARA (P) BESAR MAKA KECEPATAN UDARA (v) MENJADI KECIL DAN SEBALIKNYA DI RUMUSKAN  P ~ 1/ v  ATAU       Pv = k. 

k  ADALAH KONSTANTA  ATAU     P1v1 =P2v2.

  REVIEW (PENINJAUAN)

SISWA DIMINTA MENJELASKAN: PERBEDAAN PEMAHAMAN MEREKA TENTANG PESAWAT TERBANG SEBELUM DAN SESUDAH PEMBELAJARAN

PENJELASAN PENUGASAN TERSTRUKTUR                                              

5 MNT5 MNT
JUMLAH 45 MNT

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR:

  1. BEBERAPA LEMBAR KERTAS  A4 ATAU FOLIO
  2.  BEBERAPA KERTAS YANG TELAH DIBENTUK SEBAGAI PESAWAT TERBANG
  3.  WHITE BOARD
  4. VI. PENILAIAN
  5.  PENUGASAN TERSTRUKTUR:
  6.  JELASKAN CARA KERJA SEMPROTAN OBAT NYAMUK!
  7.  PERTEMUAN MINGGU DEPAN DIKUMPULKAN

BEBERAPA PERTANYAAN

  1. Mengapa beberapa guru lebih suka mengajar dengan hanya metode CERAMAH?
  2. Bagaimana cara mengajar  yang dapat menyebabkan siswa selalu ingat?
  3. Pernyataan bahwa “kebenaran ilmiah adalah mutlak benar” adalah termasuk teori belajar apa?
  4. Siapakah yang bertanggungjawab tentang hasil belajar?
  5. Apa kata david Ausubel agar guru mengajar menjadi bermakna dan menyenangkan siswa ?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s