BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

DRS. H. ENDANG ABUTARYA, M.PD KOORDINATOR PENGAWAS SMA/SMK DKI JAKARTA

  TEN MEGA TREND  

THINKING DEVELOPMENT  (LIFE LONG LEARNING)  KITA AKAN MENUJU:

  1. Belajar melalui kehidupan kita
  2. Belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi, jaringan.
  3. Belajar berfokus pada kebutuhan nyata
  4. Belajar dengan seluruh kemampuan otak
  5. Belajar bersama
  6. Belajar melalui multi media, teknologi, format, dan gaya .
  7. Belajar langsung dari berpikir
  8. Belajar melalui Pengajaran/pembelajaran
  9. Belajar melalui sistem pendidikan kita yang akan berubah cepat (atau lambat?) untuk membantu belajar sepanjang hayat dan masyarakat belajar
  10. Belajar bagaimana belaja

 PEMBELAJARAN

  • Meningkatkan pemahaman dan memperbaiki proses belajar
  • Mendorong prakarsa belajar siswa
  • Mempreskripsikan strategi yang optimal
  • Kondisi membelajarkan siswa simultan
  • Memudahkan proses internal yg belajar
  • Menjadikan Belajar lebih efektif, efisien, dan menarik

PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN SEHARUSNYA

  • Merefleksikan tentang apa yang kita ketahui tentang bagaimana terjadinya proses belajar
  • Belajar merupakan proses interaktif dan sistem yang kompleks
  • Pemusatan belajar dapat menjadi luas dan interdisipliner
  • Kurikulum memberi ruang kepada sikap, persepsi, dan kebiasaan mental dalam memfasilitasi belajar
  • Pendekatan pembelajaran lebih berpusat pada siswa
  • Gunakan pengetahuan dan reasoning yg kompleks lebih bermakna dari pada menghafal informasi.

 TEORI BELAJAR

TEORI bELAJAR

TEORI bELAJAR                                                                                                                                             

 Kondisi Pembelajaran

  • Tujuan Pembelajaran
  • Karakteristik Mata Pelajaran
  • Struktur Mata Pelajaran
  • Tipe Isi
  • Kendala
  • Buku,Media, Waktu, personalia, dana
  • Karakteristik pebelajar
  • Bakat, motivasi, perilaku, kebiasaan, kemampuan awal, status sosek dsb.

METODE PEMBELAJARAN

  • Strategi Pengorganisasian Isi
  • Mikro
  • Makro
  • Strategi Penyampaian
  • Media
  • Interaksi pebelajar dengan media
  • Bentuk/struktur pembelajaran
  • Strategi Pengelolaan
  • Penjadwalan
  • Pembuatan catatan kemajuan bel.
  • Pengelolaan Motivasi
  • Kontrol belajar

HASIL PEMBELAJARAN

  • Keefektifan
  • Kecermatan penguasaan perilaku
  • Kecepatan unjuk kerja
  • Kesesuaian dengan prosedur
  • Kuantitas unjuk kerja
  • Kualitas hasil akhir
  • Tingkat alih belajar
  • Tingkat retensi
  • Efisiensi
  • Waktu
  • Personalia
  • Sumber Belajar
  • Daya tarik
  • Keinginan untuk terus belajar

 

Hasil Belajar
Hasil Belajar

PEMBELAJARAN YG BERKUALITAS

  • Memfasilitasi terjadinya belajar pada peserta didik, hasil belajar optimal sesuai dengan potensinya
  • Bentuk fasilitasi adalah penyediaan sumber belajar

Pola Pembelajaran DULU:
Guru merupakan satu-satunya sumber belajar

KURIKULUM                PENETAPAN ISI DAN METODE                  GURU                    SISWA

PENDIDIKAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

  • Era teknologi informasi & komunikasi menyebabkan ketidakselarasan pendidikan dengan tuntutan kebutuhan siswa dan  masa depan
  • Penguasaan teknologi informasi & komunikasi menjadi literasi dasar (di samping baca-tulis-hitung)
  • Sekolah/ pendidikan bukan lagi sebagai satu-satunya pangkalan ilmu pengetahuan
  • Proses pendidikan bergeser dari pendekatan konvensional ke arah multi sumber
  • Kesenjangan antara school knoledge dan out of school knowledge semakin lebar

Apakah para guru bisa menjadi manajer pembelajaran dengan menempatkan siswa menjadi klien, sama seperti klien pengacara atau profesi lain ?

PRAKTIKKAN SAJA

  • Anda belajar berbicara dengan berbicara
  • Anda belajar berjalan dengan berjalan
  • Anda belajar stir mobil dengan berkendara
  • Anda belajar mengetik dengan mengetik
  • Anda belajar paling baik adalah dengan mempraktikkan
  • Anda belajar memecahkan masalah dengan mempraktikkan memecahkan masalah
  • Anda belajar menulis, dengan anda mempraktikan menulis.

 TEN MEGA TREND  

THINKING DEVELOPMENT  (LIFE LONG LEARNING)  KITA AKAN MENUJU:

  1. Belajar melalui kehidupan kita
  2. Belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi, jaringan.
  3. Belajar berfokus pada kebutuhan nyata
  4. Belajar dengan seluruh kemampuan otak
  5. Belajar bersama
  6. Belajar melalui multi media, teknologi, format, dan gaya .
  7. Belajar langsung dari berpikir
  8. Belajar melalui Pengajaran/pembelajaran
  9. Belajar melalui sistem pendidikan kita yang akan berubah cepat (atau lambat?) untuk membantu belajar sepanjang hayat dan masyarakat belajar
  10. Belajar bagaimana belaja

PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN SEHARUSNYA

  • Merefleksikan tentang apa yang kita ketahui tentang bagaimana terjadinya proses belajar
  • Belajar merupakan proses interaktif dan sistem yang kompleks
  • Pemusatan belajar dapat menjadi luas dan interdisipliner
  • Kurikulum memberi ruang kepada sikap, persepsi, dan kebiasaan mental dalam memfasilitasi belajar
  • Pendekatan pembelajaran lebih berpusat pada siswa
  • Gunakan pengetahuan dan reasoning yg kompleks lebih bermakna dari pada menghafal informasi.

 TEORI BELAJAR

Kondisi Pembelajaran

  • Tujuan Pembelajaran
  • Karakteristik Mata Pelajaran
  • Struktur Mata Pelajaran
  • Tipe Isi
  • Kendala
  • Buku,Media, Waktu, personalia, dana
  • Karakteristik pebelajar
  • Bakat, motivasi, perilaku, kebiasaan, kemampuan awal, status sosek dsb.

METODE PEMBELAJARAN

  • Strategi Pengorganisasian Isi
  • Mikro
  • Makro
  • Strategi Penyampaian
  • Media
  • Interaksi pebelajar dengan media
  • Bentuk/struktur pembelajaran
  • Strategi Pengelolaan
  • Penjadwalan
  • Pembuatan catatan kemajuan bel.
  • Pengelolaan Motivasi
  • Kontrol belajar

HASIL PEMBELAJARAN

  • Keefektifan
  • Kecermatan penguasaan perilaku
  • Kecepatan unjuk kerja
  • Kesesuaian dengan prosedur
  • Kuantitas unjuk kerja
  • Kualitas hasil akhir
  • Tingkat alih belajar
  • Tingkat retensi
  • Efisiensi
  • Waktu
  • Personalia
  • Sumber Belajar
  • Daya tarik
  • Keinginan untuk terus belajar

 PEMBELAJARAN YG BERKUALITAS

  • Memfasilitasi terjadinya belajar pada peserta didik, hasil belajar optimal sesuai dengan potensinya
  • Bentuk fasilitasi adalah penyediaan sumber belajar

Pola Pembelajaran DULU:
Guru merupakan satu-satunya sumber belajar

KURIKULUM                PENETAPAN ISI DAN METODE                  GURU                    SISWA

PENDIDIKAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

  • Era teknologi informasi & komunikasi menyebabkan ketidakselarasan pendidikan dengan tuntutan kebutuhan siswa dan  masa depan
  • Penguasaan teknologi informasi & komunikasi menjadi literasi dasar (di samping baca-tulis-hitung)
  • Sekolah/ pendidikan bukan lagi sebagai satu-satunya pangkalan ilmu pengetahuan
  • Proses pendidikan bergeser dari pendekatan konvensional ke arah multi sumber
  • Kesenjangan antara school knoledge dan out of school knowledge semakin lebar

Apakah para guru bisa menjadi manajer pembelajaran dengan menempatkan siswa menjadi klien, sama seperti klien pengacara atau profesi lain ?

PRAKTIKKAN SAJA

  • Anda belajar berbicara dengan berbicara
  • Anda belajar berjalan dengan berjalan
  • Anda belajar stir mobil dengan berkendara
  • Anda belajar mengetik dengan mengetik
  • Anda belajar paling baik adalah dengan mempraktikkan
  • Anda belajar memecahkan masalah dengan mempraktikkan memecahkan masalah
  • Anda belajar menulis, dengan anda mempraktikan menulis.

Recent Posts

KONSEP PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN

 

Internet,  singkatan  dari  interconnection  and  networking ,  adalah jaringan informasi global, yaitu  “The largest global network of computers, that enables  people  throughout  the  world  to  connect  with  each  other¨.   Internet diluncurkan  pertama  kali  oleh  J.C.R.  Licklider  dari MIT  (Massachusetts Institute Technology)  pada bulan Agustus 1962. Untuk dapat menggunakan Internet  diperlukan  sebuah  komputer  yang  memadai,  harddisk  yang cukup,  modem  (berkecepatan  minimal  14.400  kilobyte  per  second/kbps), sambungan  telepon  (multifungsi:  telepon,  faksimili,  dan  Internet),  ada program  Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya.Selanjutnya  hubungi  provider  terdekat.  Andaikan  semua  prasyarat  tadi  tidak  dimiliki,  cukup  mendatangi  warnet  (warung  Internet)  terdekat yang  banyak  terdapat  di  kota-kota  besar,  bahkan  sampai  ke  desa-desa, kita dapat mengakses situs-situs apa saja sesuai dengan kebutuhan kita. Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain: ditujukan kepada  sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim serta melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima  secara  serentak  dan  sesaat  oleh  khalayaknya.    Bahkan  Rusman (2007)  menyebutkan  bahwa  Internet  merupakan  perpustakaan  raksasa dunia,  karena  di  dalam  Internet  terdapat  milyaran  sumber  informasi,

sehingga  kita  dapat  menggunakan  informasi  tersebut  sesuai  dengan kebutuhan.

Pemanfaatan Internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa  untuk  belajar  secara  mandiri.  “Through  independent  study,  students become  doers,  as  well  as  thinkers”  (Cobine,  1997).  Para  siswa  dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database , dan  mendapatkan  sumber  primer  tentang  berbagai  peristiwa  sejarah,

biografi,  rekaman,  laporan,  data  statistik,  (Gordin  et.  al.,  1995).  Informasi yang  diberikan  server-computers   itu  dapat  berasal  dari  commercial businesses (.com),  goverment services   (.gov),   nonprofit organizations  (.org), educational institutions (.edu) atau  artistic and cultural groups  (.arts)Siswa  dapat  berperan  sebagai  seorang  peneliti,  menjadi  seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang  relevan  dengan  pembelajaran  IPS  dan  melakukan  pencarian  yang sesuai  dengan  kehidupan  nyatanya  (real  life) .  Siswa  dan  guru  tidak perlu  hadir  secara  fisik  di  kelas (classroom  meeting),  karena  siswa  dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian  dengan  cara  mengakses  jaringan  komputer  yang  telah  ditetapkan secara  online.  Siswa  juga  dapat  belajar  bekerjasama  (collaborative)   satu sama  lain.  Mereka  dapat  saling  berkirim  e-mail  (electronic  mail)   untuk mendiskusikan  bahan  ajar.  Kemudian,  selain  mengerjakan  tugas-tugas pembelajaran  dan  menjawab  pertanyaan-pertanyaan  yang  diberikan guru siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya. Pemanfaatan  Internet  sebagai  media  pembelajaran  memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut : Dimungkinkan  terjadinya  distribusi  pendidikan  ke  semua  penjuru  1.  tanah  air  dan  kapasitas  daya  tampung  yang  tidak  terbatas  karena tidak memerlukan ruang kelas;Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap

2.  muka biasa; Pembelajaran  dapat  memilih  topik  atau  bahan  ajar  yang  sesuai          3.  dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing;Lama  waktu  belajar  juga  tergantung  pada  kemampuan  masing-                                                                                 4.  masing siswa;Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran;

5.  Pembelajaran  dapat  dilakukan  secara  interaktif,  sehingga  menarik

6.  siswa;  dan  memungkinkan  pihak  berkepentingan  (orang  tua siswa  maupun  guru)  dapat  turut  serta  menyukseskan  proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara online. Perkembangan/kemajuan  teknologi  Internet  yang  sangat  pesat dan  merambah  ke  seluruh  penjuru  dunia  telah  dimanfaatkan  oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk di  dalamnya  untuk  pendidikan/pembelajaran.    Berbagai  percobaan untuk  mengembangkan  perangkat  lunak  (program  aplikasi)  yang  dapat menunjang  upaya  peningkatan  mutu  pendidikan/pembelajaran  terus dilakukan. Perangkat  lunak  yang  telah  dihasilkan  akan  memungkinkan  para pengembang pembelajaran  (instructional developers) bekerjasama dengan ahli materi  (content specialists)  mengemas materi pembelajaran elektronik (online learning materials) .  Pembelajaran melalui Internet di Sekolah Dasar dapat diberikan dalam beberapa format (Wulf, 1996), di antaranya adalah:

(1)  Electronic  mail  (delivery  of  course  materials,  sending  in  assignments, getting and giving feedback, using a course listserv., i.e., electronic discussion group),   (2)  Bulletin  boards/newsgroups  for  discussion  of  special  group,  (3) Downloading of course materials or tutorials, (4)  Interactive tutorials on the Web, dan (5)  Real time, interactive conferencing using MOO (Multiuser Object Oriented) systems or Internet Relay Chat.Setelah  bahan  pembelajaran  elektronik  dikemas  dan  dimasukkan ke dalam jaringan sehingga dapat diakses melalui Internet, maka kegiatan berikutnya  yang  perlu  dilakukan  adalah  mensosialisasikan  ketersediaan program  pembelajaran  tersebut  agar  dapat  diketahui  oleh  masyarakat luas  khususnya  para  calon  peserta  didik.    Para  guru  juga  perlu  diberikan pelatihan agar mereka mampu mengelola dengan baik penyelenggaraan kegiatan  pembelajaran  melalui  Internet.    Karakteristik/potensi  Internet sebagaimana yang telah diuraikan di atas tentunya masih dapat diperkaya lagi  dengan  yang  lainnya.    Namun,  setidak-tidaknya  ketiga  karakteristik/ potensi  Internet  tersebut  dipandang  sudah  memadai  sebagai  dasar pertimbangan  untuk  penyelenggaraan  kegiatan  pembelajaran  melalui Internet.

6.2   PENGGUNAAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN

Internet  merupakan  sebuah  jaringan  global  yang  merupakan kumpulan  dari  jaringan-jaringan  komputer  di  seluruh  dunia.  Internet mempermudah  para  pemakainya  untuk  mendapatkan  informasi-informasi di dunia  cyber, lembaga-lembaga milik pemerintah dan institusi pendidikan  dengan  menggunakan  komunikasi  protokol  yang  terdapat

pada  komputer,  seperti Transmission  Control  Protocol  (TCP)   yaitu  suatu

protokol  yang  sanggup  memungkinkan  sistem  apapun  antar  sistem jaringan  komputer  dapat  berkomunikasi  baik  secara  lokal  maupun internasional,  yaitu  dengan  modus  koneksi  Serial  Line  Internet  Protocol (SLIP)  atau  Point  to  Point  Protocol  (PPP) .  Tahun  1983  merupakan  tahun kelahiran Internet yang ditandai dengan diadopsinya Transmission Control Protocol (TCP)  sebagai standar bagi  ARPANET . Protokol yang lainnya adalah IP (Internet Protocol).

Berikut  ini  hal-hal  yang  dapat  difasilitasi  oleh  adanya  Internet: Discovery   (penemuan),  ini  meliputi  browsing   dan  pencarian  informasi-informasi  tertentu.  Communication  (komunikasi),  Internet  menyediakan jaringan komunikasi yang cepat dan murah dari mulai pesan-pesan yang berupa  buletin  sampai  dengan  pertukaran  komunikasi  yang  bersifat

kompleks antar atau inter-organisasi. Juga termasuk diantaranya transfer informasi (antar komputer) dan proses informasi. Adapun contoh-contoh media  komunikasi  yang  utama  seperti  e-mail,  chat  group  (percakapan secara berkelompok), dan  newsgroup (gabungan kelompok yang bertukar berita). Collaboration (kolaborasi), seiring dengan semakin meningkatnya

komunikasi, dan kolaborasi antar media elektronik baik itu antar individu maupun antar kelompok maka beberapa fasilitas canggih dan modern pun mulai digunakan dari mulai screen sharing  sampai dengan  teleconferencing . Kolaborasi  juga  meliputi  jasa/pelayanan  resource-sharing   (pertukaran sumber-sumber  informasi),  yang  menyediakan  akses  pada server-server yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Internet juga dapat digunakan dalam bidang pendidikan dan dunia hiburan.  Selain  itu  untuk  mempermudah  perusahaan  dalam  melakukan berbagai transaksi bisnisnya, Internet juga menyediakan fasilitas electronic commerce  (EC)  yang  membantu  berbagai  kegiatan  bisnis  yang  beragam dari  mulai  periklanan  sampai  dengan  berbagai  jasa  pelayanan  yang ditawarkan pada para konsumen. Beberapa peralatan yang dikembangkan dalam  Internet  juga  dikembangkan  dalam network  yang  berada  dalam suatu  organisasi  tertentu  yang  dikenal  dengan  nama  fasilitas  intranet. Karena  jumlah  informasi  yang  terdapat  pada  Internet  bertambah  dua kali  lipat  dalam  setiap  tahunnya,  maka  untuk  mempermudah  pencarian data  yang  dibutuhkan,  beberapa  perusahaan  mengembangkan  fasilitas pencari data yang bersifat otomatis yang dikenal dengan nama  software agents .

INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Peranan Internet dalam organisasi sangat menguntungkan karena kemampuannya dalam mengolah data dengan jumlah yang sangat besar. Teknologi informasi sudah menjadi  jaringan komputer  terbesar di dunia,  yang dapat berfungsi dengan baik jika didukung oleh perangkat komputer dengan  perangkat  lunak  yang  baik,  dan  dengan  guru  yang  terlatih  baik. Menggunakan  Internet  dengan  segala  fasilitasnya  akan  memberikan kemudahan  untuk  mengakses  berbagai  informasi  untuk  pendidikan yang  secara  langsung  dapat  meningkatkan  pengetahuan  siswa  bagi keberhasilannya  dalam  belajar.  Karena  Internet  merupakan  sumber  data utama  dan  pengetahuan.  Melalui  teknologi  ini  kita  dapat  melakukan  di antaranya untuk Penelusuran dan pencarian bahan pustaka; 1.  Membangun  program  2.   Artificial  Intelligence  (kecerdasan  buatan) untuk memodelkan sebuah rencana pembelajaran;

Memberi kemudahan untuk mengakses apa yang disebut dengan  3.  virtual classroom  ataupun  virtual university ;Pemasaran dan promosi hasil karya penelitian; 4.  Kegunaan-kegunaan seperti di atas itu dapat diperluas bergantung kepada peralatan komputer yang dimiliki jaringan dan fasilitas telepon yang tersedia dan provider yang bertanggungjawab untuk tetap terpeliharanya

penggunaan  jaringan  komunikasi  dan  informasi  tersebut.  Dari  waktu ke  waktu  jika  dilihat  dari  jumlah  pemakaian  yang  makin  meningkat secara  eksponensial  setiap  tahunnya  memungkinkan  fasilitas  yang  pada mulanya  hanya  dapat  dinikmati  segelintir  orang,  dan  sekelompok  kecil sekolah  terkemuka  dengan  biaya  operasional  yang  tinggi,  ke  depan

besar  kemungkinan  biaya  yang  besar  itu  akan  dapat  ditekan  sehingga pemanfaatannya  benar-benar  dapat  menjadi  penunjang  utama  bagi pengelolaan pendidikan khususnya bagi pendidikan di daerah.

INTERNET UNTUK MANAJEMEN PEMBELAJARAN

Telah  kita  ma’fum  bersama  bahwa  perkembangan  dunia  saat ini  memasuki  era  informasi  sebagai  konsekuensi  dari  revolusi  digital yang  berdampak  merubah  masyarakat  industri  menjadi  masyarakat informasi.  Oleh  karena  itu  diperkirakan  pada  masa  datang  kehidupan

manusia akan banyak ditandai dengan munculnya fenomena information superhighway , semakin melubernya  information appliance , tergunakannya digital  and  virtual  libraries   dalam  proses  pendidikan  dan  pembelajaran, dan terwujudnya tele-working yang mengurangi pergerakan manusia ke perkantoran.

Agar pemanfaatan teknologi informasi tersebut dapat memberikan hasil  yang  maksimal  maka  juga  dibutuhkan  kemampuan  pengelola teknologi  komunikasi  dan  informasi  yang  baik  yang  dapat  diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan baik untuk tingkat pembuat kebijakan

pendidikan  di  daerah  maupun  pada  tingkat  sekolah.  Pemahaman  dan kemampuan  manajerial  kepala  sekolah  berkaitan  dengan  pemanfaatan teknologi  komunikasi  dan  infomasi  tersebut  merupakan  salah  satu persyaratan  pokok  dalam  pemilihan  kepala  sekolah.  Mintzberg  misalnya mengemukan  sepuluh  peran  pemimpin  yang  meliputi:  1)  informational  roles menempatkan  manajer  sebagai  monitor,  disseminator  dan   spokes person,

2)  decisional roles yang melibatkan  manajer  sebagai entrepreneur, disturbance  handler,  allocator  dan   negotiator,

3)  interpersonal  roles melibatkan  manajer  sebagai  figurhead,  liason  dan   leader.  Perhatikan gambar berikut:Sistem  informasi  telah  dikembangkan  untuk  mendukung  ketiga peranan  itu.  Dalam  tulisan  ini  akan  difokuskan  pada  peranan  pembuat keputusan  khusus  dalam  bidang  pendidikan.  Keberhasilan  seorang manajer dalam membuat keputusan bergantung atas pelaksanaan fungsi manajerial  seperti  planning,  organizing,  directing  dan   controlling .  Di  era informasi para pembuat keputusan harus menguasai alat dan teknik baru untuk  membantu  membuat  keputusan.  Saat  membuat  keputusan  para manajer  pendidikan  akan  melalui  proses  yang  sistematis.  Simon  (1977) mengatakan  bahwa  proses  ada  tiga  tahap  yaitu: intelligence ,  design ,  dan choice ,  kemudian  dia  menambahkan  dengan  implementation .  Proses ini  sebenarnya  cukup  dikenal  dan  dapat  didukung  dengan  alat  bantu keputusan  dan  modelling.  Untuk  memperoleh  modelling  dan  alat  bantu keputusan  itu  para  manajer  dapat  mengakses  dan  mengambil  software  dari Internet.

 

JENIS-JENIS PEMANFAATAN INTERNET

  1. PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

Pembelajaran  berbasis  web  yang  populer  dengan  sebutan  Web-Based Training (WBT) atau kadang disebut  Web-Based Education (WEB) dapat didefinisikan  sebagai  aplikasi  teknologi  web  dalam  dunia  pembelajaran untuk  sebuah  proses  pendidikan.  Secara  sederhana  dapat  dikatakan bahwa  semua  pembelajaran  dengan  memanfaatkan  teknologi  Internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web. Kemudian  yang  ditawarkan  oleh  teknologi  ini  adalah  kecepatan dan tidak terbatasnya pada tempat dan waktu untuk mrngakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja  dan  di  mana  saja  dirasakan  aman  oleh  peserta  didik  tersebut.  Batas ruang,  jarak  dan  waktu  tidak  lagi  menjadi  masalah  yang  rumit  untuk dipecahkan.

Bagaimana cara belajar melalui web? Ada persyaratan utama yang perlu  dipenuhi  yaitu  adanya  akses  dengan  sumber  informasi  melalui Internet.  Selanjutnya  adanya  informasi  tentang  di  mana  letak  sumber informasi  yang  ingin  kita  dapatkan  berada.  Ada  beberapa  sumber  data yang  dapat  diakses  dengan  bebas  dan  gratis,  tanpa  proses  administrasi pengaksesan  yang  rumit.  Ada  beberapa  sumber  informasi  yang  hanya dapat  diakses  oleh  pihak  yang  memang  telah  diberi  otorisasi  pemilik sumber informasi.

Teknologi  Internet  memberikan  kemudahan  bagi  siapa  saja  untuk mendapatkan informasi apa saja dari  mana saja dan kapan saja dengan mudah  dan  cepat.  Informasi  yang  tersedia  di  berbagai  pusat  data  di berbagai komputer di dunia. Selama komputer-komputer tersebut saling terhubung  dalam  jaringan  Internet,  dapat  kita  akses  dari  mana  saja.  Ini merupakan salah satu keuntungan belajar melalui Internet. Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakkan materi belajar pada web untuk kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan hanya sebagai media alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan  sisi  unggul  yang  tadi  telah  diungkap.  Keunggulan  yang tidak dimiliki media kertas ataupun media lain. Pada sub-bab judul sengaja dikatakan pembelajaran berbasis web itu  unik  tapi  serius.  Kata  serius  dipakai  untuk  mengungkapkan  bahwa merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web  tidak  semudah  yang  dibayangkan.  Selain  infrastruktur  Internet, pembelajaran  berbasis  web    memerlukan  sebuah  model  instruksional yang  memang  dirancang  khusus  untuk  keperluan  itu.  Sebuah  model instruksional  merupakan  komponen  vital  yang  menentukan  keefektifan proses belajar. Apapun model instruksional yang dirancang, interaktifitas antara  peserta  didik,  guru,  pihak  pendukung  dan  materi  belajar  harus

mendapatkan  perhatian  khusus.  Ini  bukan  merupakan  pekerjaan  yang mudah. Banyak  pihak  mencoba  menggunakan  teknologi  web  untuk pembelajaran  dengan  meletakkan  materi  belajar  secara  online,  lalu menugaskan  peserta  didik  untuk  mendapatkan (downloading)  materi belajar  itu  sebagai  tugas  baca.  Setelah  itu  mereka  diminta  untuk mengumpulkan laporan, tugas dan lain sebagainya kembali ke guru juga melalui Internet. Jika ini dilakukan tentunya tidaklah menimbulkan proses belajar yang optimal.

Kita  dapat  membayangkan  suasana  di  ruang  kelas  ketika  sebuah “proses  belajar”  sedang  berlangsung.  Berapa  banyak  di  antara  peserta didik aktif terlibat dalam diskusi dan sesi tanya-jawab? Apa yang mereka lakukan di kelas? Dan tentunya masih banyak lagi pertanyaan-eranyaan lain  yang  sebenarnya  kita  sudah  mengetahui  jawabannya.  Proses Monitoring dalam pembelajaran berbasis web lebih sulit daripada di ruang kelas. Menyediakan bahan belajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah desain  instruksional  sebagai  model  belajar  yang  engundang  sejumlah (sama  banyaknya  dengan  kegiatan  di  ruang  kelas)  peserta  didik  unuk terlibat dalam  berbagai kegiatan belajar. Satu  hal  yang  perlu  diingat  adalah  bagaimana  teknologi  web  ini dapat  membantu  proses  belajar.  Untuk  kepentingan  ini  materi  belajar perlu dikemas berbeda dengan penyampaian yang berbeda pula.

  1. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

Model  pembelajaran  dirancang  dengan  mengintegrasikan pembelajaran  berbasis  web  dalam  program  pembelajaran  konvensional tatap  muka.  Proses  pembelajaran  konvensional  tatap  muka  dilakukan dengan  pendekatan  Student  Centered  Learning  (SCL)  melalui  kerja

kelompok. Model ini menuntut partisipasi peserta didik yang tinggi.Untuk  merancang  dan  mengimplementasikan    pembelajaran berbasis web, langkahnya adalah sebagai berikut:

Sebuah program pendidikan untuk peningkatan mutu pembelajaran

1.  di lingkungan kampus dengan berbasis web. Program ini dilakukan idealnya selama 5-10 bulan dan dibagi menjadi 5 tahap. Yaitu tahap 1, 3, 5  dilakukan secara jarak jauh dan untuk itu dipilih media web sebagai alat komunikasi. Sedangkan fase 2 dan 4 dilakukan secara konvensional tatap muka.

2.  Menetapkan  sebuah  mata  kuliah  pilihan  di  jurusan.  Pembelajaran           .

dengan tatap muka dilakukan secara rutin tiap minggu pada tujuh minggu pertama. Setelah itu tatap muka dilakukan setiap 2  atau 3  minggu sekali.Dua program pendidikan itu disampaikan melalui berbagai macam kegiatan belajar secara kelompok. Belajar dan mengerjakan tugas secara kolaboratif  dalam  kelompok  sangat  dominan  pada    kedua  program tersebut.

  1. INTERAKSI TATAP MUKA DAN VIRTUAL

Sekalipun  teknologi  web  memungkinkan  pembelajaran  dilakukan virtual   secara  penuh  namun  kesempatan  itu  tidak  dipilih.  Interaksi  satu sama lain untuk dapat berkomunikasi langsung secara tatap muka masih dibutuhkan. Ada tiga alasan mengapa forum tatap muka masih dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ini. Alasan tersebut adalah:

1.   Perlunya forum untuk menjelaskan maksud  dan mekanisme belajar   yag akan dilalui  bersama secara langsung dengan semua peserta didik.  Keberhasilan  sebuah  proses  pembelajaran  juga  ditentukan oleh  pemahaman  peserta  didik  tentang  apa,  mengapa  dan bagaimana proses  belajar dan mengerjakan tugas akan berlangsung. Peserta didik perlu mengetahui keluaran dan kompetensi apa yang akan  didapat  setelah  mengikuti  suatu  kegiatan  pembelajaran. Berdasarkan  pengalaman,  menjelaskan  maksud  dan  mekanisme belajar  merupakan  langkah  awal  yang  sangat  vital.  Kelancaran proses belajar selanjutnya sangat ditentukan pada tahapan ini;

2.  Perlunya  memberikan  pemahaman  sekaligus  pengalaman  belajar                                    dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif  pada setiap  peserta  didik.  Karena  model  pembelajaran  yang  dirancang menuntut  kerja  kelompok  maka  peserta  didik  perlu  memiliki kompetensi  dan  komunikasi.  Iklim  partisipatoris  dan  aktif  terlibat dalam  berbagai  kegiatan  perlu  dikenalkan  sekaligus  dialami  oleh etiap  siswa.  Untuk  itu  mengenal  pribadi  satu  dengan  yang  lain perlu dilakukan secara langsung guna membangun suatu kelompok yang kokoh selama kerja secara virtual  selanjutnya; Perlunya  pemberian  pelatihan  secukupnya  dalam  menggunakan                3.  komputer  yang  akan  digunakan  sebagai  media  komunikasi berbasis  web  kepada  setiap  peserta  didik.  Dengan  menyertakan berbagai  keiatan  menggunakan  komputer  beserta  fasilitas  sistem komunikasi  pendukungnya,  maka  setiap  peserta  didik  harus mempunyai keterampilan mengoperasikannya. Kekurangpahaman dalam  mengoperasikan  peralatan  tersebut  sangat  berdampak pada  kemungkinan  rendahnya  partisipasi  mereka  dalam  berbagai kegiatan diskusi  virtual  selanjutnya.

Di negara-negara majau seperti Amerika Serikat, teknologi informasi sudah  betul-betul  merasuk  ke  dalam  kehidupan  sehari-hari.  Dalam berbagai  hal  dapat  kita  lihat  implikasinya.  Berbagai  dokumen  dapat  kita baca untuk melihat hal ini. Di bawah ini akan dibahas implikasi TI dalam bidang Pendidikan.

Sejarah  teknologi  informasi  tidak  dapat  dilepaskan  dari  bidang pendidikan.  Di  Amerika,  TI  mulai  tumbuh  dari  lingkungan  akademis (NSFNET), (Nerds 2.0.1). Demikian halnya di Indonesia, TI mulai tumbuh di lingkungan akademis, seperti di, ITB, UPI, dan UI. Adanya TI  atau  Internet  membuka  sumber  informasi  yang  tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi.  Perpustakaan  merupakan  salah  satu  sumber  informasi  yang  mahal harganya.  Adanya  Jaringan  TI  atau  Internet  memungkinkan  seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet) atau melalui  web browser ( Netscape  dan  Internet Explorer ). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam  penelitian  pendidikan,  tugas  akhir. Tukar  menukar  informasi  atau tanya  jawab  dengan  pakar  dapat  dilakukan  melalui  Internet.  Tanpa adanya  Internet  banyak  tugas  akhir,  tesis,  dan  disertasi  yang  mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

Kerjasama  antar  ahli  dan  juga  dengan  mahasiswa  yang  letaknya berjauhan  secara  fisik  dapat  dilakukan  dengan  lebih  mudah.  Dahulu, seseorang  harus  berkelana  atau  berjalan  jauh  untuk  menemui  seorang pakar  untuk  mendiskusikan  sebuah  masalah.  Saat  ini  hal  ini  dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan e-mail . Makalah dan penelitian dapat  dilakukan  dengan  saling  tukar  menukar  data  melalui  Internet,  via e-mail  ataupun dengan menggunakan mekanisme  file sharing. Bayangkan apabila  seorang  mahasiswa  di  Sumatera  dapat  berdiskusi  masalah kedokteran dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Irian.

Mahasiswa  di  manapun  di  Indonesia  dapat  mengakses  para  ahli  atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing  information   juga  sangat  dibutuhkan  dalam  bidang penelitian  agar  penelitian  tidak  berulang  (reinvent  the  wheel).  Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.Distance  learning  dan  virtual  campus  merupakan  sebuah  aplikasi baru  bagi  Internet.  Bahkan  tak  kurang  pakar  ekonomi  Peter  Drucker mengatakan  bahwa “Triggered  by  the  Internet,  continuing  adult  education may  wll  become  our  greatest  growth  industry”.  Virtual  university   memiliki karakteristik  yang  scalable,  yaitu  dapat  menyediakan  pendidikan  yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta  mungkin  hanya  dapat  diisi  50  orang. Virtual  university   dapat diakses oleh siapa saja, dari mana saja.

Bagi  Indonesia,  manfaat-manfaat  yang  disebutkan  di  atas  sudah dapat  menjadi  alasan  yang  kuat  untuk  menjadikan  Internet  sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk erangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia melalui akses ke perpustakaan; akses ke pakar; dan penyediaan fasilitas kerjasama.Dalam kegiatan pembelajaran dengan munculnya berbagai software  yang  dapat  digunakan  untuk  kepentingan  pembelajaran,  sekarang  ini

para  guru  dapat  merancang  pembelajaran  dengan  berbasis  komputer, yaitu  dengan  menggunakan  salah  satu  bahasa  pemrograman  baik  itu Borland  Delphi,  Pascal,  Adobe/Macromedia  Flash,  SWiSH  dan  lainnya.  Hal ini dapat memberikan variasi dalam  mengajar. Seorang guru tidak harus selalu  menjejali  siswa  dengan  informasi  yang  membosankan.  Dengan menggunakan  Teknologi  Informasi  seorang  guru  dapat  memanfaatkan komputer sebagai  total teaching , di mana guru hanya sebagai fasilitator dan siswa dapat belajar dengan berbasis komputer baik dengan menggunakan model pembelajaran  drills , tutorial, simulasi ataupun instructional games .

  1. PEMANFAATAN E-LEARNING UNTUK PEMBELAJARAN

Menurut Jaya Kumar C. Koran (2002),  e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik ( LAN ,  WAN , atau Internet) untuk menyampaikan  isi  pembelajaran,  interaksi,  atau  bimbingan.  Adapula yang  menafsirkan  e-learning  sebagai  bentuk  pendidikan  jarak  jauh  yang dilakukan  melalui  media  Internet.  Sedangkan  Dong  (dalam  Kamarga, 2002)  mendefinisikan e-learning  sebagai  kegiatan  belajar asynchronous  melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar

yang sesuai dengan kebutuhannya. Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut:  “e-Learning  is  a  generic  term  for  all  technologically  supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio  and  videotapes,  teleconferencing,  satellite  transmissions,  and  the more  recognized  web-based  training  or  computer  aided  instruction  also commonly referred to as online courses (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).”

Rosenberg  (2001)  menekankan  bahwa  e-learning  merujuk  pada penggunaan  teknologi  Internet  untuk  mengirimkan  serangkaian  solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Hal ini senada dengan  Cambell  (2002),  Kamarga  (2002)  yang  intinya  menekankan penggunaan  Internet  dalam  pendidikan  sebagai  hakikat  e-learning.

Bahkan Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari  elektronik  dalam e-learning  digunakan  sebagai  istilah  untuk  segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pembelajaran lewat  teknologi  elektronik  Internet.  Internet,  Intranet,  satelit,  tape  audio/video,  TV  interaktif  dan  CD-ROM  adalah  sebagian  dari  media  elektronik yang digunakan pembelajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’

(pada  waktu  yang  sama)  ataupun  ‘asynchronously’   (pada  waktu  yang berbeda).  Materi  pembelajaran  dan  pembelajaran  yang  disampaikan melalui  media  ini  mempunyai  teks,  grafik,  animasi,  simulasi,  audio  dan video.  Ia  juga  harus  menyediakan  kemudahan  untuk ‘discussion  group’ dengan bantuan profesional dalam bidangnya.Perbedaan  Pembelajaran  Tradisional  dengan  e-learning  yaitu kelas  ‘tradisional’,  guru  dianggap  sebagai  orang  yang  serba  tahu  dan ditugaskan  untuk  menyalurkan  ilmu  pengetahuan  kepada  pelajarnya.

Sedangkan  di  dalam  pembelajaran  ‘e-learning’  fokus  utamanya  adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggungjawab untuk pembelajarannya.  Suasana  pembelajaran ‘e-learning’   akan  ‘memaksa’ pelajar  memainkan  peranan  yang  lebih  aktif  dalam  pembelajarannya. Pelajar  membuat  perancangan  dan  mencari  materi  dengan  usaha,  dan inisiatif sendiri.

Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru/dosen  dalam  arti  sebenarnya,  Internet  akan  menjadi  suplemen  dan komplemen dalam menjadikan wakil dosen/guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia.Cisco (2001) menjelaskan filosofi  e-learning sebagai berikut.Pertama ,  e -learning  merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara online. Kedua ,  e-learning  menyediakan  seperangkat  alat  yang  dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian  terhadap  buku  teks,  CD-ROM,  dan  pelatihan  berbasis  komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Ketiga ,  e-learning  tidak  berarti  menggantikan  model  belajar konvensional  di  dalam  kelas,  tetapi  memperkuat  model  belajar  tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Keempat , kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk, isi  dan  cara  penyampaiannya.  Makin  baik  eselarasan  antar  content  dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik. Sedangkan  karakteristik  e-learning,  antara  lain:  Pertama , Memanfaatkan  jasa  teknologi  elektronik;  di  mana  guru  dan  siswa,  siswa dan  sesama  siswa  atau  guru  dan  sesama  guru  dapat  berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler; Kedua , Memanfaatkan keunggulan komputer ( digital media dan  computer networks ).  Ketiga , Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials)  disimpan  di  komputer  sehingga  dapat  diakses  oleh  guru  dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya. Keempat , Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer. Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W. Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib  dipenuhi  dalam  merancang  e-learning,  yaitu:  sederhana,  personal, dan cepat. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel  yang  disediakan,  akan  mengurangi  pengenalan  sistem e-learning itu  sendiri,  sehingga  waktu  belajar  peserta  dapat  diefisienkan  untuk proses  belajar  itu  sendiri  dan  bukan  pada  belajar  menggunakan  sistem e-learning-nya. Syarat  personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik  seperti  layaknya  seorang  guru  yang  berkomunikasi  dengan  murid di  depan  kelas.  Dengan  pendekatan  dan  interaksi  yang  lebih  personal, peserta  didik  diperhatikan  kemajuannya,  serta  dibantu  segala  persoalan yang  dihadapinya.  Hal  ini  akan  membuat  peserta  didik  betah  berlama-lama di depan layar komputernya. Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.

  1. TEKNOLOGI PENDUKUNG E-LEARNING

Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal istilah:  Computer Based Learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya  menggunakan  komputer;  dan  Computer  Assisted  Learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.

Teknologi  pembelajaran  terus  berkembang.  Namun  pada  prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:  Technology-based  learning  dan  Technology-based  web-learning.  Technology-based learning   ini  pada  prinsipnya  terdiri  dari  Audio  Information  Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone)  dan Video Information Technologies (video tape, video text, video messaging) . Sedangkan  technology-based web-learning   pada  dasarnya  adalah  Data  Information  Technologies  (bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration).

Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas  (audio/data, video/data, audio/video). Teknologi ini juga sering dipakai pada pendidikan jarak jauh (distance education), dimaksudkan agar komunikasi antara murid dan guru  bisa  terjadi  dengan  keunggulan  teknologi  e-learning  ini.  Di  antara banyak fasilitas Internet, menurut Onno W. Purbo (1997), “ada lima aplikasi standar Internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu e-mail ,  Mailing List (milis),  News Group ,  File Transfer Protocol (FTP), dan World Wide Web (WWW)”.Sedangkan  Rosenberg  (2001)  mengkategorikan  tiga  kriteria  dasar yang  ada  dalam  e-learning.  Pertama,  e-learning  bersifat  jaringan,  yang membuatnya  mampu  memperbaiki  secara  cepat,  menyimpan  atau memunculkan  kembali,  mendistribusikan,  dan  sharing  pembelajaran dan  informasi.  Kedua,  e-learning  dikirimkan  kepada  pengguna  melalui komputer  dengan  menggunakan  standar  teknologi  Internet.  Ketiga, e-learning  terfokus  pada  pandangan  pembelajaran  yang  paling  luas, solusi  pembelajaran  yang  menggungguli  paradigma  tradisional  dalam pelatihan.

Ada  beberapa  alternatif  paradigma  pendidikan  melalui  Internet ini  yang  salah  satunya  adalah  system  “dot  com  educational  system”  (Kardiawarman,  2000).  Paradigma  ini  dapat  mengintegrasikan  beberapa sistem  seperti, Pertama ,  paradigma  virtual  teacher  resources ,  yang  dapat mengatasi terbatasnya jumlah guru yang berkualitas, sehingga siswa tidak haus  secara  intensif  memerlukan  dukungan  guru,  karena  peranan  guru maya (virtual teacher)  dan sebagian besar diambil alih oleh sistem belajar tersebut.  Kedua,  virtual  school  system ,  yang  dapat  membuka  peluang menyelenggarakan  pendidikan  dasar,  menengah  dan  tinggi  yang  tidak memerlukan ruang dan waktu. Keunggulan paradigma ini daya tampung siswa  tak  terbatas.  Siswa  dapat  melakukan  kegiatan  belajar  kapan  saja,

di  mana  saja,  dan  dari  mana  saja.  Ketiga ,  paradigma  cyber  educational resources  system ,  atau  dot  com  learning  resources  system .  Merupakan pedukung  kedua  paradigma  di  atas,  dalam  membantu  akses  terhadap artikel atau jurnal elektronik yang tersedia secara bebas dan gratis dalam Internet. Penggunaan e-learning tidak bisa dilepaskan dengan peran Internet. Menurut  Williams  (1999).  Internet  adalah ‘a  large  collection  of  computers in  networks  that  are  tied  together  so  that  many  users  can  share  their  vast resources’.

  1. PENGEMBANGAN MODEL E-LEARNING

Pendapat  Haughey  (Rusman,  2007)  tentang  pengembangan e-learning.  Menurutnya  ada  tiga  kemungkinan  dalam  pengembangan sistem  pembelajaran  berbasis  Internet,  yaitu  web  course,  web  centric course ,  dan  web enhanced course . Web  course  adalah  penggunaan  Internet  untuk  keperluan pendidikan, yang mana mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui Internet. Dengan kata lain model ini  enggunakan sistem jarak jauh.

Web centric course  adalah penggunaan Internet yang memadukan  antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampaikan  melalui  Internet,  dan  sebagian  lagi  melalui  tatap  muka. Fungsinya  saling  melengkapi.  Dalam  model  ini  dosen  bisa  memberikan petunjuk pada mahasiswa untuk mempelajari materi perkuliahan melalui web  yang  telah  dibuatnya.  Mahasiswa  juga  diberikan  arahan  untuk mencari  sumber  lain  dari  situs-situs  yang  relevan.  Dalam  tatap  muka, mahasiswa dan dosen lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui Internet tersebut.

Web  enhanced  course  adalah  pemanfaatan  Internet  untuk menunjang  peningkatan  kualitas  pembelajaran  yang  dilakukan  di  kelas. Fungsi  Internet  adalah  untuk  memberikan  pengayaan  dan  komunikasi antara mahasiswa dengan dosen, sesama mahasiswa, anggota kelompok, atau  mahasiswa  dengan  nara  sumber  lain.  Oleh  karena  itu  peran  dosen dalam  hal  ini  dituntut  untuk  menguasai  teknik  mencari  informasi  di Internet,  membimbing  mahasiswa  mencari  dan  menemukan  situs-situs yang relevan dengan bahan perkuliahan, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui  Internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.

  1. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-LEARNING

Petunjuk tentang manfaat penggunaan Internet, khususnya dalam pendidikan  terbuka  dan  jarak  jauh  (Elangoan,  1999;  Soekartawi,  2002; Mulvihil, 1997; Utarini, 1997), antara lain:

Pertama ,  Tersedianya  fasilitas  e-moderating   di  mana  dosen  dan mahasiswa  dapat  berkomunikasi  secara  mudah  melalui  fasilitas  Internet secara  regular   atau  kapan  saja  kegiatan  berkomunikasi  itu  dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.                                                                                                                                   Kedua , Dosen dan mahasiswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui Internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.                                                                       Ketiga , Mahasiswa dapat belajar atau me review  bahan perkuliahan setiap  saat  dan  di  mana  saja  kalau  diperlukan  mengingat  bahan  ajar tersimpan di komputer.                      Keempat ,  Bila  mahasiswa  memerlukan  tambahan  informasi  yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.     Kelima ,  Baik  dosen  maupun  mahasiswa  dapat  melakukan  diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.                                                                    Keenam,  Berubahnya  peran  mahasiswa  dari  yang  biasanya  pasif menjadi aktif dan lebih mandiri.                                                                                                                   Ketujuh,  Relatif  lebih  efisien.  Misalnya  bagi  mereka  yang  tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional. Walaupun  demikian  pemanfaatan  internet  untuk  pembelajaran atau e-learning  juga  tidak  terlepas  dari  berbagai  kekurangan.  Berbagai kritik (Bullen, 2001, Beam, 1997), antara lain.                                                      Pertama , Kurangnya interaksi antara  dosen  dan  mahasiswa  atau  bahkan  antar  siswa  itu  sendiri.  Kurangnya  interaksi  ini  bisa  memperlambat  terbentuknya  values  dalam proses  pembelajaran.                                                                                                                    Kedua ,  Kecenderungan  mengabaikan  aspek akademik  atau  aspek  sosial  dan  sebaliknya  mendorong  tumbuhnya aspek  bisnis/komersial.                                            Ketiga ,  Proses  pembelajarannya  cenderung  ke arah  pelatihan  daripada  pendidikan.  Keempat ,  Berubahnya  peran  dosen dari  yang  semula  menguasai  teknik  pembelajaran  konvensional,  kini juga  dituntut  mengetahui  teknik  pembelajaran  yang  menggunakan  ICT.                                                                                                              Kelima ,  Mahasiswa  yang  tidak  mempunyai  motivasi  belajar  yang  tinggi cenderung gagal.                                                                                                                                 Keenam, Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.                                                         Ketujuh, Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilanmengoperasikan  internet. Kedelapan ,  Kurangnya  personil  dalam  hal penguasaan bahasa pemrograman komputer.

204

  1. GURU PROFESIONAL DARI SEGI BAHASA, TERMOLOGI, MAUPUN UNDANG-UNDANG Comments Off on GURU PROFESIONAL DARI SEGI BAHASA, TERMOLOGI, MAUPUN UNDANG-UNDANG
  2. Atas terlaksananya UNBK SMK 2017 hari keempat Sumber Belajar mengucapkan Selamat Comments Off on Atas terlaksananya UNBK SMK 2017 hari keempat Sumber Belajar mengucapkan Selamat
  3. Mengenal Karakteristik Peserta Didik Comments Off on Mengenal Karakteristik Peserta Didik
  4. Refleksi Pembelajaran Comments Off on Refleksi Pembelajaran
  5. Prinsip Dan Posedur Berbahasa Secara Tertulis Comments Off on Prinsip Dan Posedur Berbahasa Secara Tertulis
  6. Your Best Shot 2016 – Portraits — Flickr Blog Comments Off on Your Best Shot 2016 – Portraits — Flickr Blog
  7. Pencapaian Kompetensi Belajar, Dari sebuah Gagasan Comments Off on Pencapaian Kompetensi Belajar, Dari sebuah Gagasan
  8. MANAJEMEN PERUBAHAN Comments Off on MANAJEMEN PERUBAHAN
  9. STANDARDISASI PERPUSTAKAAN SEBUAH GAMBARAN OLEH: NURIL ANWAR .SPd Comments Off on STANDARDISASI PERPUSTAKAAN SEBUAH GAMBARAN OLEH: NURIL ANWAR .SPd