PENILAIAN KELAS CENDERUNG MEWAJIBKAN GURU MELAKUKAN TRANSPARANSI DALAM PENILAIAN

BEBERAPA POLA PIKIR YANG MELANDASI

(1). menurut krathwohl (1961) bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyai komponen afektif.
pembelajaran sains, misalnya, di dalamnya ada komponen sikap ilmiah. Asikap ilmiah adalah komponen afektif. peringkat ranah afektif menurut taksonomi krathwohl ada lima, yaitu: receiving (attending), responding, valuing, organization, dan characterization
(2) hasil belajar menurut bloom (1976) mencakup prestasi belajar, kecepatan belajar, dan hasil afektif. andersen (1981) sependapat dengan bloom bahwa karakteristik manusia meliputi cara yang tipikal dari berpikir, berbuat, dan perasaan
(3). penilaian akan lebih transparan bila : ada kreteria penilaiannya yang jelas, dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk murid, serta dilakukan sebelum, pada saat poses berlangsung, saatselesai pembelajaran
(4). bila : ada instrument penilaiannya yang mengarah transparansi (dapat diukur dengan menggunakan diskriptor yang mengacu pada indikator dari kd (kompetensi dasar) yang telah dirancang dalam analisis penjabaran materi evaluasi.
ADA BEBERAPA DASAR HUKUM YANG MELANDASI
(1)UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS
Pasal 58 Ayat (1):
Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pen-didik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaik-an hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan (Enternal Evaluation)
Pasal 58 Ayat (2):
Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, & program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik, untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. (External Evaluation)
(2) PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Ketentuan pasal 58 UU No. 20 Tentang SISDIKNAS, dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 63 Ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005, sbb.
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. Penilaian hasil belajar oleh pendidik; b. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; c. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah
Dari dua hal tersebut di atas sengaja di kutip untuk keperluan penyajian dalam makalah sederhana ini, yaitu: penilaian hasil pembelajaran dan penilaian proses pembelajaran.
Penilaian hasil pembelajaran kami contohkan keberadaan rubrik penilaian yang merupakan salah satu format penilaian yang transparan, seperti berikut :
1). Beberapa contoh format Penilaian Hasi Pembelajaran
2). Beberapa contoh Format Penilaian Proses {PembelajaranKONSEP PENILAIAN
Evaluasi/penilaian merupakan proses mengumpulkan data/informasi menganalisis untuk menentukan “makna” berdasarkan kriteria tertentu (Sumadi, 1996)
Dalam pengumpulan data diperlukan tahapan proses penilaian, yaitu antara lain :
Tahap Persiapan: dalam kediatan ini yang kita lakukan yaitu: merumuskan tujuan penilaian /jenis kaputusan, mendiskripsikan informasi yang didengar, menentukan instrumen yang sesuai, serta menentukan criteria.
Tahap Pengumpulan Data: Tahapan ini dilakukan pengumpulan data dengan pengukuran (mengangkakan gejala secara kualitatif dengan alat tertentu melalui tes atau non tes.
Tahap Penilaian: yaitub tahap untuk membandingkan data dengan criteria dan membuat kesimpulan penilaian.

Kesimpulan evaluasi yang diputuskan itu dalm rangka sebagai alat motivator, alat seleksi, penentuann prestasi, penempatan atau untuk umpan balik sesuai dengan tujuan yang telah dipilih(Fungsi Evaluasi).
Disamping itu dalam melaksanakan evaluasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu beberapa Prinsip Evaluasi, antara lain bahwa evaluasi harus : bersifat objektif, Komprehensif, Berkesinambungan, Instrumennya standard memenuhi syarat, Mengembangkan kreatifitas berbahasa dan berfikir
Instrumen dalam evaluasi yang baik harus memenuhi syarat, a.l. : Validitas ( Validitas isi, validitas kontruksi, validitas kriteria), Reabilitas, Daya beda dan tingkat kesulitan.
Transparansi dalam penilaian hakikatnya merupakan kejelasan kritetria yang telah ditentukan sehingga transparansi dalam masalah ini beberapa karakteristik sebagai berikut :
Transparan dalam penilaian proses pembelajaran & hasil belajar
Yang dimaksud transparansi dalam penilaian :
1.Dapat dilakukan oleh siapapun karena rubriknya jelas bahkan murid pun bias menilai (autentik assismen)
2.Mengacu pada sistem penilaian kelas.
3.Berorientasi pada proses pembelajaran buku pada tujuan pembelajaran. Karena itu tidak hanya menilai hasil kemajuan siswa tapi juga menilai kualitas proses pembelajaran yang dilakukan siswa/guru.
4.Komponen-komponen yang dinilai mengacu pada diskriptor yang bersumber pada indicator masing-masing kompetensi dasar (spesifikasi indikator)
5.Menggunakan instrument-instrumen yang berlaku dalam penilaian kelas seperti : portofolio, projek, rubrik penilaian pengamatan proses, dsb

BENTUK INSTRUMEN PENILAIAN KELAS MENGGUNAKAN MULTI METODE &TEKNIK
1. TES
2.NON TES: yang meliputi:
1)PRODUK
2)PROJEK
3)PENILAIAN DIRI
4)PENILAIAN KINERJA
5)SKALA SIKAP DAN PERILAKU
6)PORTOFOLIO
7)RUBRIK penilaian
Catatan:
Pemilihan metode dan teknik disesuaiakan dengan Karakteristik Kompetensi yang akan dinilai penca-paiannya.

1. EVALUASI BENTUK TES
TES (FORMAL TEST) TERDIRI DARI:
– TES TERTULIS
– TES PRAKTIK/KINERJA
– TES LISAN
CATATAN:
– Tes harus dipersiapkan dengan baik;
– Dilaksanakan dengan baik; dan
– Diskor secara objektif.
2.EVALUASI BENTUK NON TES
1). PRODUK
Penilaian produk adalah penilaian terha-dap hasil kerja siswa. Aspek penilaiannya meliputi:
– Kualitas teknis;
– Kualitas estetis; dan
– Proses menghasilkan karya.
Yang dimaksud dengan karya adalah SUATU BEN-DA, karya seni atau hasil pekerjaan tangan yang dibuat oleh siswa.
Instrumen Penilaian: Daftar Cek atau Skala Rentang

2). PROJEK
Penilaian projek adalah penilaian kinerja siswa berdasarkan tugas yang harus diselesaikan da-lam jangka waktu tertentu.
Instrumen Penilaian: Daftar Cek atau Skala Rentang
PELAKSANAAN PENILAIAN PROJEK:
1.Tugas yang diberikan dapat berupa penelitian seder-hana, sesuai dengan tingkat usia dan jenjang pendi-dikan, dimak-sudkan supaya siswa menemukan sendiri pengetahuan atau kompetensi yang ingin diajarkan.
2.Projek dapat digunakan dalam penilaian formatif, diag-nostik, & sumatif.
3.Penilaian projek dapat berfokus pada PROSES dan/atau PRODUK.
4.Pendekatan penilaian dapat dilakukan secara holistik atau analitik.

CONTOH PENILAIAN PROJEK
SISWA DITUGASKAN:
1. Mengunjungi musium sejarah;
2.Mempelajari peristiwa latar belakang terjadi-nya perang diponegoro;
3.Membuat laporan berupa karya tulis (dengan petunjuk yang jelas)
ASPEK YANG DINILAI:
1.SISTEMATIKA LAPORAN (dapat dirinci dalam Bab-bab)
2.KELUASAN/KELENGAPAN DATA/INFORMASI;
3.KEDALAMAN PEMBAHASAN;
4.PENAMPILAN LAPORAN (Bentuk, kerapian, dsb.)
5.PENGGUNAAN BAHASA (Ejaan, rumusan kalimat, dsb).
6.FORMAT PENILAIAN (Daftar Cek atau Skala Rentang)

PENILAIAN KINERJA
Penilaian kinerja adalah penilaian yang meminta peserta tes untuk mendemonstrasikan & meng-aplikasikan pengetahuan dalam berbagai kegi-atan dan konteks, sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Instrumen Penilaian: Daftar Cek, Skala Rentang, & Portofolio
PORTOFOLIO
Porto polio adalah berkas kumpulan dokumen yang re-levan dan dapat memberikan informasi secara utuh tentang kinerja siswa dalam mata pelajaran tertentu
TUJUAN PENGGUNAAN PORTOFOLIO
1.Menghargai perkembangan yang dialami siswa;
2.Mendokumentasikan proses pembelajaran;
3.Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa;
4.Merefleksikan kesanggunpan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi;
5.Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran;
6.Bertukar informasi dengan orang tua siswa dan guru lain;
7.Mempercepat pertumbuhan konsep diri positif;
8.Meaningkatkan kemampuan refleksi diri;
9.Membantu siswa dalam merumuskan tujuan.

PRINSIP PENGGUNAAN PORTOFOLIO
1.Saling percaya (mutual trust);
2.Kerahasiaan bersama (confidentiality);
3.Milik bersama (joint ownership);
4.Kepuasaan (satisfaction);
5.Kesesuaian (relevan);
6.Penilaian proses dan hasil;
FUNGSI PORTOFOLIO
1.Tempat penyimpanan hasil kerja siswa;
2.Sumber informasi bagi guru & siswa;
3.Sebagai alat untuk melihat:
a. perkembangan tanggungjawab siswa;
b. perluasan dimensi belajar;
c. pembaharuan proses belajar-mengajar;
d. perkembangan pandngan siswa dlm belajar.

PERBEDAAN PORTOFOLIO & TES
1.Dari segi jumlah tugas yang dinilai;
2.Dari segi penilai;
3.Dari segi kriteria yang diginakan dalam menilai:
4.Dari segi kerja sama dalam menilai (kolabiratif);
5.Dari segi tujuan penilaian diri oleh siswa;
6.Dari segi aspek yang dinilai;
7.Dari segi hubungan antara kegiatan pembelajar-an, testing, dan pngajaran.
MERANCANG PENILAIAN PORTOFOLIO
1. Penentuan Tujuan;
2. Penentuan isi Portofolio;
3. Seleksi hasil kerja siswa;
4. Pengamatan & penilaian;
5. Kriteria penilaian;
6. Format penilaian

Penentuan isi Portofolio;
 Isi portofolio, misalnya: hasil tes, hasil penilaian diri, dsb.
 Harus berhubungan dengan Kompetensi Dasar dan indi-kator hasil belajar.
 Menentukan seberapa banyak bahan yang digunakan da-lam penilaian.

Pengamatan & penilaian;
 Membedakan antara penilaian individual & kelompok;
 Harus sesuai dengan Kompetensi Dasar & Indikator;
 Memastikan kriteria penilaian dengan benar;
 Kriteria harus sesuai dengan indikator hasil belajar;
 Kriteria mencakup rentang kemampuan yang jelas;
 Kriteria harus mudah dikomunikasikan;
 Kriteria harus tidak bias;
 Kriteria harus reliabel.
Format penilaian:
 Disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai siswa;
 Dapat menggambarkan dengan jelas indikator pencapaian kompetensi.

PENERAPAN PORTOFOLIO
Langkah-langkah:
 Memastikan siswa memiliki berkas portofolio;
 Pengumpulan bahan;
 Menyiapkan Buku Catatan Guru;
 Mengadakan pertemuan portofolio;
 Melibatkan orang tua;
 Melibatkan kawan belajar.

MEMASTIKAN SISWA MEMILIKI BERKAS PORTOFOLIO:
 Menentukan bentuk dokumen & hasil kerja;
 Siswa mengumpulkan dan menyimpan dokumen serta hasil kerja;
 Menentukan kriteria penilaian;
 Mengharuskan siswa menilai hasil kerja sendiri;
 Menentukan waktu pertemuan portofolio;
 Melibatkan orang tua.
PENGUMPULAN BAHAN:
 Menentukan waktu, kapan dimulai & berakhir;
 Bahan yang dapat dikumpulkan, misalnya;
a. penghargaan tertulis dan lisan;
b. hasil kerja biasa & hasil pelaksanaan tugas;
c. daftar ringkasan pekerjaan;
d. catatan sbagai peserta dalam kerja kelompok;
e. catatan/laporan dari pihak yang relevan;
f. Catatan/absensi kehadiran;
g. hasil tes;
h. catatan peringtan dari guru, dsb.
Menyiapkan Buku Catatan Guru:
 Berisi catatan tentang identitas dan informasi perkem-bangan siswa, antara lain:
a. hasil pertemuan portofolio;
b. cacatan khusus berhubungan dengan perkembangan
siswa sepanjang waktu;
c. informasi diagnostik;
d. informasi berkaitan dengan proses pembelajaran.
MELIBATKAN ORANG TUA:
 Pada akhir semester atau akhir tahun pelajaran, guru mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk meng-komunikasikan dan memberi kesempatan menyampaikan pandangan, komentar, dan penilaian terhadap kinerja siswa berdasarkan informasi dalam portofolio.
ANALISIS HASIL & PELAPORAN
 Analisis hasil penilaian meliputi:
a. perkembangan siswa dalam kurun waktu
tertentu;
b. hasil kerja siswa berkaitan dengan bakat &
keterampilan khusus;
c. refleksi nilai siswa dalam berbagai aspek tujuan pembelajaran.

PELAPORAN DAN PEMANFAATAN:
a. Laporan untuk siswa
b. Unpan balik untuk guru
c. Laporan untuk orang tua

RUBRIK PENILAIAN
Adalah format penilaian hasil atau proses pembelajaran dengan memanfaatkan deskreptor untuk menjaring skor secara transparan
Beberapa contoh dan blanko rubrik penilaian(Lampiran)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s